Sabtu, 17 Januari 2026

 

Seri Leadership : Tokoh  Pemikir Mulla Sadra

Mulla Sadra (1571–1640 M) sebenarnya hidup di masa klasik-pasca (era Safawid), namun pemikirannya dianggap sangat "modern" karena melampaui zamannya. Metafisika yang ia bangun dalam mahakaryanya, Al-Hikmah al-Muta’aliyah (Hikmah Transenden), memberikan jembatan yang unik antara sains kontemporer dan spiritualitas.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai bagaimana pemikiran Sadra beresonansi dengan isu-isu masa kini:

Gerakan Transubstansial (Al-Harakah al-Jauhariyah) dan Fisika Modern

Salah satu kontribusi terbesar Sadra adalah ide bahwa alam semesta tidak statis. Menurutnya, zat atau esensi dari segala sesuatu terus berubah dan bergerak menuju kesempurnaan.

  • Relevansi Kontemporer: Gagasan ini sangat selaras dengan Fisika Quantum dan teori relativitas, di mana materi tidak lagi dipandang sebagai benda padat yang diam, melainkan sebagai gumpalan energi yang bergetar dan terus berubah.
  • Sisi Spiritual: Gerakan ini menunjukkan bahwa seluruh alam semesta sedang "bermigrasi" menuju Tuhan. Tidak ada pemisahan antara materi dan roh; materi adalah bentuk roh yang paling padat, dan roh adalah bentuk materi yang paling halus.

Unitas Wujud (Wahdat al-Wujud) dan Ekologi

Sadra berpendapat bahwa keberadaan (wujud) adalah satu realitas yang memiliki tingkatan intensitas yang berbeda (seperti cahaya yang terang dan redup).

  • Ilmu Pengetahuan: Dalam studi ekologi dan sistem biologi modern, kita melihat keterhubungan antar semua makhluk hidup. Pemikiran Sadra memberikan landasan filosofis bahwa merusak alam sama saja dengan merusak bagian dari kesatuan wujud tersebut.
  • Sisi Spiritual: Ini menciptakan kesadaran akan "kehadiran Tuhan" dalam setiap atom. Ilmu pengetahuan bukan sekadar observasi objek mati, melainkan pengamatan terhadap tanda-tanda (ayat) Tuhan.

Epistemologi: Pengetahuan melalui Kehadiran (al-Ilm al-Hudhuri)

Dalam sains modern, objektivitas adalah kunci. Namun, Sadra menawarkan perspektif berbeda tentang bagaimana manusia memperoleh pengetahuan.

  • Sains Kognitif & Psikologi: Sadra menekankan bahwa pengetahuan sejati terjadi ketika subjek (peneliti) dan objek (yang diteliti) menyatu. Ini mulai dibahas dalam diskursus kesadaran (consciousness studies) modern, di mana pengamat mempengaruhi apa yang diamati.
  • Sisi Spiritual: Pengetahuan bukan sekadar akumulasi data, melainkan transformasi jiwa. Semakin seseorang mengetahui, semakin tinggi derajat spiritualitasnya.

 Eskatologi dan Evolusi Jiwa

Sadra melihat bahwa jiwa manusia mengalami evolusi dari bentuk fisik (saat lahir) menuju bentuk spiritual murni (setelah mati).

  • Neuroscience: Sementara sains fokus pada fungsi otak, Sadra memberikan dimensi tambahan bahwa kesadaran tidak terbatas pada materi abu-abu di otak. Jiwa menggunakan otak sebagai alat, namun jiwa sendiri terus berkembang melampaui keterbatasan biologis.

Perbandingan Singkat: Pendekatan Sadra vs Materialisme Modern

Aspek

Materialisme Modern

Hikmah Transenden (Sadra)

Alam Semesta

Mesin yang diatur hukum fisika

Organisme hidup yang terus bergerak (transubstansial)

Tujuan Sains

Eksploitasi dan kontrol alam

Mengenal asal-usul dan tujuan keberadaan

Jiwa/Kesadaran

Produk sampingan dari proses kimia otak

Esensi utama yang berevolusi menuju kesempurnaan

 Pemikiran Mulla Sadra sangat relevan bagi Anda yang ingin melihat sains bukan sebagai musuh agama, melainkan sebagai cara untuk memahami bagaimana "Wujud" bermanifestasi di dunia fisik.

Integrasi: Sains, Spiritual, dan Masa Depan

Mulla Sadra menawarkan solusi bagi "kegersangan" sains modern. Jika sains modern hanya menjawab pertanyaan "bagaimana" (mekanisme), Sadra menjawab pertanyaan "mengapa" (makna).

  • Sains sebagai Ibadah: Dalam perspektif Sadra, seorang fisikawan yang meneliti atom sebenarnya sedang meneliti "gerakan cinta" atom tersebut menuju kesempurnaan Ilahi.
  • Kesehatan Mental/Spiritual: Memahami bahwa jiwa kita sedang berevolusi membantu manusia modern mengatasi eksistensialisme. Kita bukan sekadar mesin biologis, melainkan entitas yang sedang dalam perjalanan transendental.

Mulla Sadra memberikan "nyawa" pada temuan-temuan sains modern. Tanpa filsafat seperti Sadra, Fisika Quantum dan Evolusi seringkali membuat manusia merasa kecil dan tidak berarti. Namun dengan Sadra, penemuan tersebut justru menjadi bukti betapa agungnya perjalanan setiap atom di alam semesta ini.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar