Hidup adalah ujian, bukan soal perlombaan kemewahan saja.
Di tengah era modern yang serba cepat, tak jarang kita merasa tertinggal. Media sosial menampilkan keberhasilan demi keberhasilan: karier yang melejit, pendidikan tinggi, rumah impian, pasangan ideal. Tanpa sadar, kita terjebak dalam pola pikir kompetitif — seolah hidup adalah perlombaan, dan kita terus tertinggal dari “yang lain.”
Namun, Islam mengajarkan pandangan yang sangat berbeda. Hidup bukanlah ajang adu cepat, melainkan medan ujian yang dirancang khusus untuk masing-masing jiwa.
"Dialah yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kalian siapa di antara kalian yang terbaik amalnya." (QS. Al-Mulk: 2)
Ayat ini mengingatkan bahwa tujuan penciptaan hidup dan mati adalah untuk menguji amal, bukan hasil, apalagi membandingkan pencapaian. Allah tidak bertanya siapa yang paling kaya, paling populer, atau paling produktif. Yang dinilai adalah keikhlasan, usaha, dan kesungguhan dalam kebaikan, sesuai kapasitas masing-masing
Layaknya soal ujian di kelas, setiap manusia diberi soal yang berbeda. Ada yang diuji dengan harta, ada yang diuji dengan kekurangan. Ada yang diuji dengan kejayaan, ada yang diuji dengan keterpurukan. Maka, membandingkan perjalanan hidup dengan orang lain sejatinya seperti membandingkan soal ujian yang tidak sama — tidak adil dan tidak relevan.
Mindset Islami: Progres Batin, Bukan Sekadar Capaian Luar
Dalam perspektif Islam, kemajuan hidup bukan sekadar soal materi atau status sosial, melainkan soal progres batin: apakah kita semakin sabar, semakin bersyukur, semakin dekat dengan Allah. Bahkan ketika dunia tampak "berjalan mundur", bisa jadi kita justru sedang melesat maju secara spiritual.
Untuk tetap waras di tengah arus kompetisi dunia, berikut beberapa mindset yang bisa ditanamkan:
Allah Maha Mengetahui Lelahmu
Tidak ada usaha yang sia-sia dalam pandangan Allah, sekecil apapun. Dia tahu perjuanganmu, bahkan ketika dunia tak melihatnya.
Allah mendorong kita untuk berlomba — tapi bukan dalam harta atau status, melainkan dalam amal saleh.
"Berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan..." (QS. Al-Baqarah: 148)
Hidup Bukan Tentang Siapa yang Cepat, Tapi Siapa yang Tegar
Konsistensi dalam kebaikan lebih penting daripada pencapaian sesaat. Karena Allah melihat keteguhan, bukan sekadar hasil akhir.
Kamu Tidak Tertinggal
Jika hari ini kamu merasa tertinggal, berhenti sejenak. Ingatkan diri bahwa kamu tidak sedang berkompetisi dengan siapa-siapa. Ujianmu bukan tentang seberapa cepat kamu sampai, tapi bagaimana kamu menjalani — dengan iman, sabar, dan usaha.
Karena sejatinya, hidup ini bukan perlombaan menuju dunia, tapi perjalanan pulang menuju akhirat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar