"Undying Flower" di Steam 16 Mei 2025 : Game Psikologis Yang Mengajarkan Cara Memaafkan Diri Sendiri
Memerankan Nala: Perempuan dalam Bayang-Bayang Masa Lalu
Dalam Undying Flower, pemain akan memerankan Nala, seorang perempuan yang hidup dalam bayang-bayang trauma dan rasa bersalah akibat peristiwa kelam di masa lalunya. Nala bukan karakter yang kuat secara fisik, namun justru rapuh secara emosional. Ia terus bergulat dengan luka batin yang tak kunjung sembuh, dan perjalanan dalam game ini menjadi proses spiritual dan batin untuk menghadapi serta berdamai dengan masa lalunya.
The Flower: Pemandu Spiritual yang Misterius
Nala tidak sendirian. Sepanjang perjalanannya, ia ditemani oleh entitas misterius bernama The Flower — makhluk yang tak jelas asal-usulnya, namun penuh makna. The Flower menjadi simbol suara hati, penuntun jiwa, sekaligus pengingat akan kenangan yang tak bisa dihapus. Ia hadir seperti seorang sahabat spiritual, yang perlahan membuka kembali ingatan demi ingatan, mengajak Nala — dan para pemain — untuk berani menghadapi kebenaran dan merangkul luka.
Diciptakan oleh Anak Muda Berbakat: Ahmad Nagi
Yang membuat game ini semakin istimewa adalah sosok di balik pembuatannya: Ahmad Nagi, seorang anak muda berbakat yang menaruh minat besar dalam dunia game. Dia percaya bahwa potensi digital dalam game bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi dan penyembuhan diri. Melalui Undying Flower, ia ingin menyampaikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk sembuh, asalkan berani menyelami dan memahami dirinya sendiri.
Perjalanan Emosional yang Penuh Makna
Undying Flower bukan game aksi penuh ledakan, tetapi justru menyuguhkan narasi kuat dan atmosfer emosional yang mendalam. Gaya visual yang artistik, musik yang hening namun menyayat, serta dialog internal yang menusuk — semua berpadu menciptakan sebuah perjalanan batin yang intim.
Game ini mengajak pemain merenung: bagaimana jika jalan menuju kebebasan bukan dengan melupakan masa lalu, tapi dengan memaafkan diri sendiri?
Undying Flower akan tersedia di Steam mulai 16 Mei 2025. Bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman bermain yang berbeda, yang lebih dari sekadar menekan tombol dan menyelesaikan misi, game ini adalah sebuah perjalanan jiwa yang layak dijalani.
“Kadang, yang paling sulit untuk dimaafkan… adalah diri kita sendiri.”
Game ini dibuat oleh seorang anak muda bernama Ahmad Nagi yang mendalami dunia game era dimana perkembangannya saat ini termasuk industri yang akan terus tumbuh maju dengan variasi game yang mensinergikan teknologi Artificial Inteliigence.yakni Virtual Reality dan Augmented Reality..
Menarik untuk dimainkan, kita tunggu tanggal peluncurannya, jangan lupa untuk mendownload di aplikasi game.
ASR Divisi Konten Manajemen
www.pt-afiralintaspersada.web.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar