Kamis, 22 Mei 2025

 

Tinggalkan Mindset Lama, Bangun Entitas Baru : Cara Axel Springer Bangkit dan Menjadi Raksasa Media Digital

Dalam dunia media yang terus berubah, tak semua pemain lama berhasil bertahan. Namun, Axel Springer, perusahaan media asal Jerman, adalah pengecualian. Ia bukan hanya berhasil bertahan — tetapi juga bangkit, tumbuh, dan menjelma menjadi kekuatan digital global.

Bagaimana bisa? Jawabannya sederhana tapi tidak mudah: mereka berani meninggalkan cara berpikir lama dan membangun ulang dirinya sebagai entitas baru.

Dulu Raksasa Media Cetak, Kini Raja Media Digital

Didirikan tahun 1946, Axel Springer dikenal lewat media cetaknya seperti Bild dan Die Welt. Selama puluhan tahun, mereka adalah lambang kekuatan pers cetak di Eropa. Tapi ketika badai digital datang, penjualan menurun, iklan pindah ke internet, dan pembaca tak lagi loyal pada media cetak, perusahaan ini menghadapi pilihan sulit: bertahan dengan cara lama, atau berubah total.

Langkah Berani: Menjual Aset Lama, Investasi ke Digital

Mulai 2012, Axel Springer membuat langkah berani yang mengguncang industri:

  • Menjual sebagian besar aset media cetak lokalnya di Jerman, termasuk surat kabar regional dan majalah yang telah ada puluhan tahun.

  • Mengakuisisi media digital terkemuka seperti Business Insider (AS) dan eMarketer, serta platform iklan dan data digital.

  • Mengubah kultur perusahaan dari birokrasi "lama" menjadi organisasi yang lincah dan inovatif.

LLangkah-langkah ini bukan tanpa risiko. Banyak yang mengkritik. Tapi Axel Springer tetap pada kkeyakinannya: masa depan ada di digital.

Budaya Baru: Media Bukan Lagi Menara Gading

Axel Springer membangun ulang DNA perusahaannya. Beberapa perubahan penting:

  1. Mendorong inovasi internal: Melalui inkubator dan hackathon media, mereka menciptakan ruang bagi ide-ide baru dari tim internal.

  2. Mengadopsi mentalitas startup: Bergerak cepat, berani gagal, dan belajar dari pasar, bukan dari hierarki.

  3. Mengutamakan data dan teknologi: Semua keputusan editorial dan bisnis sekarang berbasis data — dari konten yang diterbitkan hingga iklan yang ditampilkan.

  4. Menjadi internasional: Mereka tidak lagi membatasi diri di Jerman, tapi menargetkan pertumbuhan global.

Dari Media Tradisional Menjadi Perusahaan Teknologi Informasi

Saat ini, lebih dari 80% pendapatan Axel Springer berasal dari bisnis digital, dan lebih dari setengahnya datang dari luar Jerman. Perusahaan ini sudah jauh melampaui akar “koran” lamanya. Ia telah menjadi:

  • Salah satu pemilik media bisnis digital paling berpengaruh di dunia

  • Pemain besar dalam iklan programatik dan data pasar

  • Organisasi media yang berani membunuh versi lamanya sendiri demi masa depan

Pelajaran dari Axel Springer : Berubah Bukan Sekadar Bertahan, Tapi Melompat Lebih Tinggi

Transformasi Axel Springer adalah pelajaran penting bagi siapa saja di industri media (atau industri manapun yang terdisrupsi):

Beradaptasi bukan hanya tentang bertahan, tapi tentang menciptakan ulang identitas untuk tumbuh lebih besar dari sebelumnya.

Kadang, perubahan tidak bisa hanya ditambal di sana-sini. Kadang, satu-satunya cara adalah melepaskan warisan lama, membangun entitas baru, dan melompat ke ketidakpastian dengan keberanian.

ASR Divisi Konten Manajemen




Tidak ada komentar:

Posting Komentar