Rabu, 20 Agustus 2025

 Guru Bukan Beban, Koruptorlah yang Menjadi Beban Negara

Sering kali muncul narasi keliru yang menempatkan guru seolah-olah menjadi beban negara karena anggaran pendidikan begitu besar dialokasikan setiap tahunnya. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Guru adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Dari tangan merekalah lahir generasi penerus yang cerdas, berakhlak, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Guru: Investasi Jangka Panjang Bangsa
Anggaran pendidikan sejatinya adalah investasi jangka panjang, bukan beban. Upaya pemerintah mengalokasikan minimal 20% APBN untuk sektor pendidikan adalah amanat konstitusi demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Gaji guru, tunjangan, serta fasilitas pendidikan bukanlah pengeluaran sia-sia, melainkan modal dasar agar bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Sejarah membuktikan, negara maju selalu menempatkan pendidikan dan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama. Jepang, Finlandia, hingga Korea Selatan adalah contoh nyata bagaimana penghargaan terhadap guru berbanding lurus dengan kemajuan bangsa.
Korupsi: Beban Nyata Bagi Negara
Beban sebenarnya bukan pada guru, melainkan pada para koruptor. Mereka merampas anggaran yang seharusnya digunakan untuk membangun sekolah, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menyejahterakan tenaga pendidik. Korupsi di sektor pendidikan menyebabkan kebocoran anggaran, fasilitas yang tidak memadai, hingga kesejahteraan guru yang tertinggal.
Ironisnya, kerugian negara akibat korupsi setiap tahunnya mencapai triliunan rupiah. Dana sebesar itu seandainya dialokasikan dengan benar bisa membangun ribuan ruang kelas, meningkatkan kualitas kurikulum, serta memberikan pelatihan bagi guru agar lebih profesional.
Guru Adalah Cahaya, Koruptor Adalah Penghancur
Guru bukanlah pihak yang membebani negara. Justru mereka adalah cahaya yang menuntun generasi bangsa menuju masa depan. Sebaliknya, koruptor adalah penghancur bangsa yang memperlambat kemajuan dan menambah penderitaan rakyat.
Maka, penting bagi kita sebagai masyarakat untuk terus melawan narasi yang menyudutkan guru. Kesejahteraan guru harus menjadi prioritas, karena dari mereka lahir masa depan bangsa.
Yang patut diberantas adalah korupsi, karena dialah beban sesungguhnya bagi negeri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar