Self Leadership: Tungkalikatung Atungkalikatung
Ada kalanya dalam hidup kita merasa tungkalikatung—kehilangan keseimbangan. Rencana tidak berjalan. Karier tersendat. Bisnis menghadapi tekanan. Hubungan dengan orang lain tidak selalu sesuai harapan. Bahkan terkadang kita bertanya kepada diri sendiri: “Saya sebenarnya mau ke mana?”
Di situlah self leadership menjadi penting. Memimpin orang lain mungkin dimulai dari kemampuan berbicara. Tetapi memimpin diri sendiri dimulai dari kemampuan mengendalikan pikiran, emosi, keputusan dan tindakan.
Orang yang mampu memimpin dirinya tidak selalu hidup dalam keadaan mudah. Justru sebaliknya. Ia mungkin pernah jatuh. Pernah gagal. Pernah diremehkan. Pernah kehilangan kesempatan.
Tetapi ia mempunyai satu kemampuan penting: ketika kehidupan membuatnya kehilangan keseimbangan, ia mampu menemukan kembali titik keseimbangannya. Itulah tungkalikatung atungkalikatung.
Bukan berarti hidup harus selalu stabil. Hidup memang bergerak. Kita yang harus belajar menjaga keseimbangan. Self leadership pada akhirnya bukan tentang menjadi manusia yang sempurna. Tetapi tentang: Tahu siapa diri kita. Tahu ke mana kita akan pergi. Berani mengambil keputusan. Mau bertanggung jawab atas pilihan sendiri. Dan ketika jatuh, mampu bangkit kembali.
Karena sebelum seseorang memimpin keluarga, organisasi, perusahaan atau bangsa, ada satu manusia yang terlebih dahulu harus mampu ia pimpin: dirinya sendiri. Dan mungkin, inilah makna sederhana dari tungkalikatung atungkalikatung: Hidup boleh membuat kita goyah, tetapi jangan sampai kehilangan arah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar